Pengertian demokrasi

Pengertian demokrasi barangkali sangat sering kita dengarkan apalagi ketika kita menyaksikan berita-berita politik. Sejak berdirinya negara Indonesia secara resmi mungkin kita mulai mendengar gaung istilah demokrasi. Istilah demokrasi makin meluas penggunaanya manakala terjadi reformasi pada tahun 1998. Sebagai sebuah jargon politik, sistem pemerintahan kita yang menganut sistem presidensial begitu dalam terkait dengan paham demokrasi. Nah dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh mengenai pengertian demokrasi.

Jika kita membuka kamus besar bahasa indonesia, kita akan melihat pengertian demokrasi sebagai sebuah bentuk atau sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya.  Biasanya pembagian wilayah kekuasaan menjadi legislatif, eksekutif, dan yudikatif memberi justifikasi tentang sistem pemerintahan demokratis di Indonesia.

Pengertian demokrasi lainnya adalah pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Namun begitu ini adalah sebuah gagasan yang barangkali dalam sistem pemerintahan lainnya juga ada.

Menurut salah satu pendapat, pemerintahan demokrasi bukannya tanpa cela, karena dalam pemerintahan demokrasi membutuhkan liberalisme. Sehingga tidak heran jika bangsa Indonesia pun diarahkan pada perilaku liberal.

Kembali ke pengertian demokrasi, Kita akan menemukan bahwa dalam demokrasi terdapat sebuah slogan yang begitu populer yaitu“pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”  hal ini sesuai dengan seperti yang disuarakan Presiden Abraham Lincoln, presiden Amerika ke-16. Hanya saja, hal ini kemudian menjadi pembenaran bagi pemerintahan untuk “memeras” rakyat melalui sistem perundang-undangannya yang nota bene diambil oleh wakil rakyat. Tentu rakyat bisa melakukan protes atau bahkan melakukan demonstrasi, namun dalam sebuah negara yang wakil rakyatnya tidak amanah, maka hal ini barangkali akan menjadi angin lalu saja.

Di negara indonesia ini sendiri, dengan sistem demokrasi yang telah terlaksana sekitar setengah abad slogan ‘… untuk rakyat’ tersebut nampaknya masih seperti pepatah“jauh panggang dari api”. Dengan adanya kemiskinan yang semakin meluas, sepertinya kesejahteraan rakyat yang ingin dituju tampaknya masih sebatas impian. Salah satu penyebabnya adala korupsi yang merajalela.

Bukan menjadi rahasa, jika korupsi tersebut dilakukan oleh oknum wakil rakyat yang seharusnya menjadi pengawas dari jalannya pemerintahan. Parahnya lagi adalah bahwa wakil rakyat memiliki wewenang untuk membuat undang-undang. Namun bagaimana lagi, itu adalah sebuah konsekuensi dari sebuah demokrasi.

Menurut Melvin I. Urofsky, demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang paling rumit dan sulit. Banyak ketegangan dan pertentangan, dan mensyaratkan ketekunan para penyelenggaranya agar berhasil. Urofsky sendiri adalah seorang profesor sejarah dan kebijakan publik pada Virginia Commonwealth University.

Sebuah pemerintahan demokratis mungkin tidak dapat bertindak secepat pemerintahan diktator, tetapi sekali mengambil tindakan, harus dipastikan adanya dukungan publik atas keputusan tersebut. Hal ini karena sebuah pemerintahan demokrasi tidak dirancang demi efesiensi, tapi demi pertanggungjawaban.

Demokrasi sendiri bukanlah sebuah hal yang telah final. Demokrasi, bahkan di Amerika yang mengaku sebagai negara demokrasi, merupakan sesuatu yang terus tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu, jika sistem demokrasi diterapkan di sebuah negara, tidak melulu harus sama persis dengan yang diterapkan di Amerika. Karena Indonesia memiliki latar belakang sejarah yang berbeda dengan Amerika. Oleh karenanya itu, paling tidak kita lebih memahami pengertian demokrasi sebagai sebuah wacana.

Tags: , , , , ,

Comments are closed.